Menerima reseller, eceran, dan sistem dropship. Untuk pemesanan hubungi CS kami di Pin BB: D11666A3, nomor HP/WA: 085715794459, email: anitascarf@yahoo.com

Bentuk Kesopanan Tiap Negara Berbeda-Beda, Sopan Menurut Allah-lah yang Benar

Tingkatan kesopanan berbeda-beda tergantung lingkungan sekitarnya. Sebagai contohnya, di sebagian negara Islam, di tanah Arab, mengatakan bahwa jika ada orang memilih wanita atau berkata pada seorang wanita, itu dianggap tidak sopan; orang mengobrol dengan wanita, itu tidak sopan.

Di India, selama anda tidak menyentuh wanita, anda dikatakan sopan, karena itu agar tetap menjaga kehormatan mereka, dan tidak meraba perempuan. Selama anda tidak menyentuh perempuan, anda dikatakan sopan.

Di sebagian negara Barat, bersalaman itu sopan. Kalau laki-laki bersalaman dengan perempuan itu sopan. Kalau enggan bersalaman, anda dipandang sombong. Di sebagian negeri Barat yang lain, jika anda ingin menjadikan wanita terhormat, anda harus sering menciuminya, itu akan menjadi terhormat. Di bagian lain di Barat, laki-laki dan perempuan, apapun yang mereka lakukan selama dasarnya suka sama suka, itu dikatakan terhormat.

Jadi berbeda negara akan berbeda pula pandangannya tentang kehormatan, tergantung pada keyakinan setempat. Contoh berikutnya di Amerika. Jika seorang perempuan mengenakan rok mini, dia dikatakan sopan; tapi jika wanita tadi pergi ke India dan mengenakan rok mini, dia dikatakan tidak sopan. Ketika Dr. Zakir Naik berceramah di Amerika, ada orang Amerika bilang, “Hai Zakir, kok orang India tidak sopan!” Dr. Zakir pun kaget, dan membantahnya. Orang Amerika itu berkata, “Orang India dengan pakaian sarinya kok memamerkan pusarnya?” Jadi menurut orang Amerika, mempertontonkan perut itu tidak sopan. Berbeda negara, berbeda pula tingkat penghayatan mereka tentang kesopanan.

Sekarang marilah selayang pandang apa yang menurut Sang Pencipta dikatakan “sopan”. Allah berfirman dalam Al-Quran surat An-Nur ayat ke 30,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Allah memerintahkan agar laki-laki dan perempuan saling pelihara pandangan mereka supaya jadi terhormat. Apabila laki-laki melihat wanita, dan dia merasa tertarik, maka segeralah dia tundukkan pandangannya. Ada saudara kita memandangi perempuan begitu lama. Dr. Zakir Naik bertanya kepada dia, “Sedang apa kamu? Memandangi perempuan itu haram.” Dia menjawab, “Baginda Nabi Saw berkata: ‘Pandangan pertama diperbolehkan, pandangan kedua tidak boleh’. Saya bermaksud menuntaskan setengah pandangan pertama saya.”

Dr. Zakir Naik pun menjelaskan bahwa apa yang dikatakan baginda Nabi mengenai pandangan pertama diperbolehkan, sedangkan yang kedua haram, pandangan yang memandang perempuan dengan tanpa adanya maksud kagum akan kecantikannya. Sehingga tidak ada alasan untuk menuntaskan pandangan sekalipun itu yang pertama.

Selanjutnya Allah mewajibkan hijab bagi perempuan. Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.'”

Categories: Kajian Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *